Air Mata Damunar Berderai, Indo Jalito Peduli Beri Bantuan Rehab Rumah, Henny Riza Falepi Minta Dinas Kawal Pelaksanaan Rehab Sampai Tuntas

65

Payakumbuh — Damunar (75 tahun), warga Tigo Koto Dibaruah, Kecamatan Payakumbuh Utara tak kuasa menahan haru isak tangisnya saat mendapatkan bantuan dana stimulan untuk merehab rumahnya sebesar 25 juta rupiah dari Indo Jalito Peduli, Jumat (12/2).

Indo Jalito Peduli Jakarta atau ibu-ibu perantau Minangkabau di ibu kota “pulang kampuang” ke Ranah Minang dalam rangka melakukan bakti sosial bedah rumah di 4 kota seperti Padang, Pariaman, Payakumbuh, dan Padang Panjang. Dengan dipimpin Ketua Astri Asgani.

Kedatangan ibu-ibu Indo Jalito Peduli ini di Payakumbuh sebelumnya dijamu langsung oleh Wali Kota Riza Falepi dan Ketua TP-PKK Henny Yusnita di pendopo rumah dinas wali kota, Jumat (12/2) pagi. Dari pantauan media, Ketua TP-PKK Payakumbuh Henny Riza sudah kenal akrab oleh ibu-ibu di Indo Jalito Peduli.

Saat Indo Jalito Peduli datang ke rumah Ibu Damunar, kondisi rumah semi permanen wanita lansia yang tinggal bersama 3 cucunya sangat memprihatinkan. Kondisi dindingnya menyatu dengan rumah sebelah, sanitasinya bisa dikatakan tidak layak. Dindingnya pun pakai bambu yang dibelah delapan tanpa pengikat, di pakukan saja.

Hal itu diperkuat dengan keterangan Kadis Perkim Marta Minanda didampingi Kabid Perumahan Tegra Sianita kepada media saat dihubungi via telepon seluler Jumat (12/2) malam, yang mengatakan sulit menjelaskan kondisi rumah itu kepada orang yang tidak paham konstruksi. Bisa disebut rumah, bisa jadi tidak, karena tak ada pondasi sama sekali.

“Bahkan pengakuan Ibu Damunar saat kami melakukan verifikasi rumah tidak layak huni ke lapangan sering dirinya was-was saat hujan disertai angin kencang datang, takut dinding rumahnya roboh,” kata Marta.

Marta juga menerangkan, rumah Damunar termasuk dalam data rumah yang tidak layak huni di Payakumbuh. Damunar sebelumnya telah diusulkan untuk menerima bantuan rehab rumah, saat ini proses verifikasi dinas masih berjalan. Beruntungnya, di tengah jalan ada Indo Jalito Peduli datang memberi bantuan stimulan setelah menggunakan data rumah tidak layak huni dinas.

“Ketua TP PKK Kota Payakumbuh Henny Riza Falepi berpesan kepada kami di dinas agar mengawal proses pelaksanaan rehab rumah Ibu Damunar sampai selesai. Kalau nanti terkendala masalah dana buat tukangnya, maka dicarikan jalan “badoncek” untuk dananya,” kata Marta.

Ditambahkan Marta, Ibu Damunar termasuk warga yang beruntung, karena bantuan stimulan untuk merehab rumah dari Indo Jalito Paduli lebih besar dari bantuan pemerintah tahun ini yang hanya 20 juta rupiah saja.

“Rumahnya akan direhab menjadi layak huni dengan ukuran 6 x 6. Ibu Damunar kabarnya saat ini tinggal dengan cucunya bertiga, karena anak Bu Damunar tinggal mengontrak di tempat lain. Dengan adanya bantuan stimulan rehab rumah tidak layak huni dari Indo Jalito Peduli, maka jumlah rumah di Payakumbuh Utara yang direhab pada tahun ini dari 8 menjadi 9 unit, total di Payakumbuh menjadi 150,” pungkasnya.

Camat Desfitawarni yang mendampingi proses penyerahan bantuan secara simbolis itu mengaku bersyukur dan menyampaikan apresiasi kepada Indo Jalito Peduli yang datang memberi bantuan kepada warganya itu.

“Warga kami ini kondisi rumahnya memang sangat memprihatinkan. Kami ucapkan terima kasih atas perhatian Indo Jalito Peduli, kami dapat sinyal kalau ibu-ibu Indo Jalito Peduli bakal balik lagi memberi bantuan bagi Ibu Damunar, syukur sekali,” ujarnya.