296 Jamaah Calon Haji, Resmi Dilepas Pemko Payakumbuh

75

Sebanyak 296 orang jamaah calon haji (JCH) kota Payakumbuh tahun 1439H/2018M yang tergabung dalam kloter 10 embarkasi Padang, Sumatera Barat, resmi dilepas pemerintah daerah setempat dalam sebuah acara di Aula Balai Inseminasi Buatan (BIB) Tuah Sakato, Sawah Padang, Payakumbuh Selatan, (23/7).

Dalam sambutannya, Wakil Walikota Payakumbuh, Erwin Yunaz memberikan ucapan selamat atas nikmat dan anugerah dari Allah atas jamaah calon haji kota Payakumbuh.

“Ada tiga panggilan Allah Ta’ala kepada umat manusia, yaitu yang pertama panggilan sholat, kemudian panggilan untuk menjalankan ibadah haji bagi yang mampu dan yang ketiga panggilan dari malaikat maut menuju kematian,” ujar Wawako.

Kepada para JCH, Wawako mengatakan bahwa kita patut bersyukur atas nikmat dan kesempatan untuk menunaikan rukun Islam kelima tersebut.

“Kita patut bersyukur, bahwa Bapak, Ibuk, jamaah calon haji yang akan berangkat menunaikan ibadah yang mulia ini, merupakan sebuah nikmat dan anugerah dari Allah. Kenapa tidak, karena tidak semua orang pun punya kesempatan seperti yang ada saat ini. Bahkan informasinya butuh waktu 15 tahun bisa berangkat ke Tanah Suci untuk saat ini,” imbuh Wawako Erwin.

Kemudian Wawako Erwin mengingatkan kepada seluruh jamaah calon haji untuk menjaga kesehatan menjelang keberangkatan dan ketika berada disana nantinya.

“Jagalah kesehatan menjelang keberangkatan dan saat beribadah di sana nanti, sebab ibadah haji adalah ibadah yang memerlukan kekuatan fisik dan mental setiap calon haji. Kondisi iklim di tanah air sungguh jauh berbeda dengan di sana, apalagi disana saat ini tengah musim panas, dengan suhu yang begitu tinggi. Persiapkanlah segala sesuatunya,” ucap Wawako.

Diakhir sambutannya, Wawako mengharapkan jamaah calon haji untuk mendoakan Payakumbuh dan para calon haji pulang dengan prediket haji mabrur.

“Kami sangat mengharapkan, doa dari jamaah calon haji untuk Payakumbuh. Doakan kebaikan, kedamaian, dan kesejahteraan, untuk masyarakat di kampung halaman. Semoga keberkahan turun dari langit dan keluar dari perut bumi untuk membimbing kami dalam menjalankan amanah untuk Payakumbuh yang lebih baik dimasa yang akan datang.

Dan terakhir kami mendoakan semoga jamaah calon haji, sepulangnya nanti dari Tanah Suci, dalam kondisi sehat wal afiat dan meraih kemenangan dengan prediket haji mabrur,” pungkas Wawako Erwin, yang di-Aminkan seluruh hadirin di pagi itu.

Dengan diserahkannya bendera Pataka kontingen Payakumbuh dari Sekdako Benni Warlis kepada Ketua Tim Pemandu Haji Indonesia (TPHI), Syaiful Rizal, dan Ketua Tim Pemandu Haji Daerah (TPHD) dr. Feri Mulyani Hamid menandakan bahwa jamaah calon haji kota Payakumbuh resmi dilepas menuju Tanah Suci, Makkah dan Madinah di Arab Saudi.

Pelepasan JCH tersebut juga dihadiri oleh unsur Forkopimda diantaranya Ketua Pengadilan Agama, Lazuarman, Wakapolres, Kompol Eddisra, Dandim, Ka. Kankemenag Asra Faber, Sekdako Benni Warlis, pimpinan Organisasi perangkat daerah (OPD), sejumlah ormas Islam, jamaah calon haji dan undangan lainnya.

Sementara itu TPHD, dr. Feri Mulyani Hamid didampingi Ka. KanKemenag, Asra Faber, menginformasikan JCH pada Kamis, 26 Juli menuju pemondokan haji di Padang dan besoknya, 27 Juli diberangkatkan menuju Tanah Suci, Madinah, dengan jumlah 296 orang, terdiri dari 121 pria dan 175 orang wanita. Dimana jamaah termuda berasal dari Nunang, Payakumbuh Barat, yaitu Larasaki Shinta Mulia, 22 tahun, dan jamaah tertua berasal dari Balai Jariang, Payakumbuh Utara atas nama Roslaili Engku Kari, 87 tahun.

Berdasarkan domisili jamaah, 130 orang berasal dari kecamatan Payakumbuh Barat, 64 orang dari Payakumbuh Timur, 78 jamaah Payakumbuh Utara, 15 jamaah dari Payakumbuh Selatan, Kecamatan Latina 7 orang jamaah, dari padang 1 orang dan terakhir dari Limapuluh Kota 1 orang jamaah.

Dari data yang dihimpun Kemenag Payakumbuh diinformasikan pula, bahwa dari tahun ke tahun jumlah jamaah haji dari kota ini berfluaktif yaitu tahun 2012 berjumlah 206 orang, 2013 sebanyak 240 jamaah, 2014 (234 orang), 2015 (212 orang), 2016 (247 orang) dan tahun 2017 (212 orang).