Dharma Wanita Persatuan Kota Payakumbuh Ikuti Webinar Merdeka Belajar

58

Payakumbuh — Dalam rangka meningkatkan kualitas sumber daya manusia, Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kota Payakumbuh mengikuti Webinar sosialisasi kebijakan merdeka belajar yang diselenggarakan oleh Kemendikbutristek bekerjasama dengan DWP Pusat dengan tema “Merdeka Belajar dalam Peta Jalan Pendidikan” Yang dilaksanakan via zoom meeting di Ruang pertemuan Panorama Ampangan Kantor Wali Kota Payakumbuh, Kamis(24/6)

Webinar sosialisasi kebijakan merdeka belajar dibuka secara resmi oleh Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi Republik Indonesia Nadiem Anwar Makarim dan diikuti secara virtual oleh 10 orang pengurus DWP di seluruh Indonesia.

Dalam sambutannya Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi Republik Indonesia Nadiem Anwar Makarim mengatakan DWP seluruh Indonesia diharapkan dapat membantu mensosialisasikan kebijakan merdeka belajar. Karena saat ini masyarakat indonesia belum begitu memahami tentang kebijakan tersebut. Kebijakan Merdeka Belajar ini terdiri dari empat inisiatif atau empat kebijakan pokok dalam pendidikan Indonesia. Empat hal itu yakni soal membebaskan sekolah untuk menggelar atau melaksanakan USBN, kedua menghapus Ujian Nasional per 2021, ketiga merampingkan RRP untuk para guru dan yang keempat terkait sistem zonasi

“Merdeka Belajar menjadi salah satu program untuk menciptakan suasana belajar yang bahagia, baik bagi murid maupun para guru. Merdeka Belajar ini dilahirkan dari banyaknya keluhan orangtua pada sistem pendidikan nasional yang berlaku selama ini. Salah satunya ialah keluhan soal banyaknya siswa yang dipatok nilai-nilai tertentu.
Merdeka belajar merupakan salah satu upaya kemerdekaan dalam berpikir dan berekspresi. Pada dasarnya program Merdeka belajar bertujuan untuk memerdekakan guru dan siswa,”Kata Nadiem

Ketua Dharma Wanita Persatuan Kota Payakumbuh Ny. Chece Rida Ananda mengatakan sangat mendukung dengan adanya kebijakan merdeka belajar ini karena pendidikan di era pandemi orang tua harus memperhatikan bahwa perannya lebih dominan, padahal orang tua tidak disiapkan menjadi guru, memiliki keterbatasan dalam menguasai materi dan metodologi pembelajaran serta memiliki kesibukan lain. Oleh karena itu dalam masa pandemi ini terdapat beberapa inovasi pendidikan diantaranya mencoba sesuatu yang baru, pembelajaran daring dengan segala variasinya serta kolaborasi guru dan orang tua. Di sini peran orang tua lebih besar dalam mendampingi kegiatan belajar anak, oleh karenanya guru perlu memfasilitasi orang tua sekaligus memonitor dan menilai kegiatan belajar anak secara daring serta masyarakat harus lebih melek terhadap informasi dan aturan apa yang diberlakukan saat ini.

“Untuk itu dengan adanya kebijakan merdeka belajar ini seluruh elemen khususnya DWP Kota Payakumbuh dapat mendukung program yang telah diterapkan oleh pemerintah dan memberikan pengetahuan kepada masyarakat tentang program merdeka belajar demi kemajuan pendidikan anak indonesia,” Pungkas Chece.