Payakumbuh – Pemerintah Kota Payakumbuh terus melakukan percepatan implementasi Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD) dengan menggelar kegiatan Capacity Building ETPD bagi Pejabat Penatausahaan Keuangan (PPKeu) dan Bendahara Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di Aula Josrizal Zain, Balaikota Payakumbuh, Rabu (29/04/2026).

Kegiatan ini sebagai tindak lanjut atas komitmen Wali Kota Payakumbuh, Zulmaeta dan Wakil Wali Kota, Elzadaswarman dalam mempercepat implementasi ETPD di Kota Payakumbuh untuk mendorong efisiensi belanja, meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), serta mewujudkan transformasi digital tata kelola keuangan daerah yang memperkuat integrasi ekonomi sesuai arahan Presiden Prabowo.

Implementasi ETPD merupakan perubahan mekanisme transaksi pendapatan dan belanja daerah dari tunai menjadi non-tunai berbasis digital untuk meningkatkan transparansi, tata kelola, dan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Program ini didorong melalui Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) di seluruh Indonesia.

Wali Kota Zulmaeta melalui Sekretaris Badan Keuangan Daerah Kota Payakumbuh, Arif Siswandi menegaskan transformasi digital dalam pengelolaan keuangan daerah bukan lagi sebuah pilihan, tetapi sebuah keharusan.

Hal itu disampaikan saat membuka secara resmi kegiatan Capacity Building ETPD yang berfokus pada penerapan Sistem Layanan SP2D Online dan pelaksanaan Rekonsiliasi Online Periode Triwulan I tahun 2026 melalui Aplikasi SMART.

“Melalui kegiatan Capacity Building ini, kita ingin memastikan bahwa seluruh PPKeu SKPD dan Bendahara memiliki pemahaman dan keterampilan yang sama dalam mengoperasikan SP2D Online dan Aplikasi SMART,” ungkap Arif didampingi Kabid Akuntansi, Fitra Liza, serta Kepala Sub. Bidang Pengembangan dan IKD bersama Tim Bidang Akuntansi Badan Keuangan Daerah.

Lebih lanjut, Arif mengatakan rekonsiliasi online yang tertib dan tepat waktu adalah kunci utama untuk mewujudkan tata kelola keuangan yang transparan dan akuntabel.

“Sesuai arahan Wali Kota, Zulmaeta, bahwa layanan yang diberikan khususnya untuk SP2D online segera diterapkan dan rekonsiliasi tersistim online dapat mempermudah pengelolaan keuangan di OPD, semua sudah didesain untuk terintegrasi secara digital,” ujar Arif Siswandi.

Arif juga mengatakan kegiatan ini merupakan bentuk nyata komitmen Pemko Payakumbuh dalam mendorong transformasi tata kelola keuangan daerah menuju sistem yang semakin digital, transparan, akuntabel, cepat, dan efisien.

“Upaya ini tidak hanya mendukung percepatan digitalisasi transaksi pemerintah daerah, tetapi juga menjadi bagian dari komitmen bersama untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik, memperkuat pengawasan keuangan, serta mewujudkan pengelolaan keuangan daerah yang modern dan terpercaya” kata Arif.

Sementara itu, Pemsie Marketing Bank Nagari, Diwine Rosheva Rosheli menyampaikan apresiasi dan dukungan penuh pihak perbankan terhadap langkah progresif Pemeko Payakumbuh.

“Bank Nagari berkomitmen untuk selalu mendampingi dan memfasilitasi percepatan ETPD di seluruh daerah mitra kerja kami, termasuk Kota Payakumbuh,” sampainya.

Dengan sistem SP2D Online, Dwinie ungkapkan proses transfer dana ke rekening rekanan atau pihak ketiga dapat dilakukan lebih cepat, real-time, dan tentunya lebih aman.

Dwinie juga mengajak seluruh peserta untuk bersama-sama mewujudkan pengelolaan keuangan daerah yang modern, efisien, dan bebas dari praktik-praktik konvensional yang menghambat. (MC)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini