JADI GERBANG KOTA, PAYAKUMBUH UTARA DIMINTA SERAP DAMPAK EKONOMI DAERAH TETANGGA

115

Payakumbuh — Sebagai gerbang utara Kota Payakumbuh pada jalur lintas yang menghubungkan Provinsi Sumatera Barat dengan Riau, keberadaan Kecamatan Payakumbuh Utara cukup strategis. Keberadaannya bisa menjadi etalase yang berguna untuk promosi sekaligus menjual berbagi potensi yang dimiliki Payakumbuh.

Keberadaan proyek nasional Fly Over Kelok Sambilan dan beberapa destinasi wisata menarik didaerah tetangga harus dimanfaatkan oleh Kecamatan Payakumbuh Utara. Bagaimanapun akses menuju kawasan tersebut dari bandara dan Ibu Kota Provinsi melewati Payakumbuh Utara.

Demikian salah satu arahan yang disampaikan Walikota Payakumbuh melalui Pj. Sekretaris Daerah, Amriul Dt. Karayiang saat membuka secara resmi Musrenbang Kecamatan Payakumbuh Utara, Kamis (21/02), di Aula kantor camat setempat.

“Kami mengajak kita semua untuk dapat mengambil dampak positif dari peningkatan jalan lingkar utara dan beroperasinya Fly Over Kelok 9 serta destinasi wisata luak Limo Puluah bagi peningkatan pendapatan masyarakat kita,” ujar Amriul dihadapan peserta Musrenbang.

Dalam pelaksanaan Musrenbang, Amriul menekankan agar memprioritaskan program kegiatan mana yang lebih penting dan mendesak untuk dilaksanakan.

“Kami percaya Camat Payakumbuh Utara bersama jajaran dan bapak ibu semua mampu merumuskan prioritas pembangunan kecamatan untuk tahun 2020 yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat kita disini,” kata Amriul.

Sementara itu, Camat Payakumbuh Utara, Nurdal berharap Musrenbang menjadi sarana penajaman, penyelarasan, klarifikasi dan penyepakatan usulan rencana pembangunan kecamatan yang sejalan dengan visi misi kota, provinsi dan nasional.

“Mudah-mudahan kita bisa merumuskan rencana pembangunan yang tepat, selaras dan seimbang serta bermanfaat bagi warga kita secara umum,” harap Nurdal.

Selaras dengan harapan Pj. Sekda dan camat, salah satu usulan menarik pada Musrenbang tersebut adalah usulan renovasi rumah adat dan rangkiang di Kelurahan Koto Kociak Kubu Tapak Rajo (K2TR). Usulan tersebut merupakan rangkaian dari upaya revitalisasi Kampung Adat Balai Kaliki yang diharapkan mampu menjadi destinasi wisata baru di Kecamatan Payakumbuh Utara.

“Kita sengaja memasukkan usulan renovasi 33 rumah gadang dan rangkiang di Balai Kaliki. Hal ini sesuai dengan keinginan kita bersama termasuk bapak walikota dan wakil walikota untuk menjadikan ini kawasan wisata budaya baru,” tutur Lurah K2TR, Zubirwan saat dihubungi Jumat (22/02) pagi.

Musrenbang sendiri menyepakati 55 buah usulan pembangunan yang tersebar di sembilan kelurahan. Turut menghadiri Musrenbang, unsur musyawarah pimpinan kecamatan (Muspika), sejumlah pimpinan perangkat daerah, para lurah Dan Ketua LPM, Ketua KAN, niniak mamak, bundo kandung dan para tokoh masyarakat Payakumbuh Utara. (humas/nk)