Payakumbuh — Pemko Payakumbuh terus memperkuat kualitas sumber daya manusia melalui pelatihan berbasis kompetensi yang digelar Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian (Disnakerperin) di Balai Latihan Kerja (BLK) Payakumbuh, Senin (27/04/2026).

Wali Kota Payakumbuh, Zulmaeta melalui Kepala Disnakerperin Payakumbuh, Yasril mengatakan pelatihan berbasis kompetensi menjadi langkah strategis pemerintah daerah dalam menyiapkan tenaga kerja yang tidak hanya siap pakai, tetapi juga memiliki kemampuan berwirausaha secara mandiri.

Yasril mengatakan lahirnya wirausaha baru diharapkan mampu membuka peluang kerja di lingkungan sekitar sekaligus menekan angka pengangguran dan kemiskinan secara bertahap di Kota Payakumbuh.

“Tahun ini, Kita bekerja sama dengan BLK menyelenggarakan tiga jenis pelatihan keterampilan yang masing-masing diikuti 16 peserta, yang akan berlangsung selama 20 hari ke depan,” ungkap Yasril.

Ia menjelaskan, seluruh peserta telah melalui proses seleksi ketat, mulai dari ujian tertulis hingga wawancara.

Proses ini dilakukan untuk memastikan peserta memiliki motivasi, minat, dan kesiapan dalam mengembangkan keterampilan kerja.

“Ke depan, kita berharap para peserta dapat menjadi mitra pemerintah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, khususnya dalam menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Yasril juga mengapresiasi para instruktur yang telah berkomitmen memberikan pelatihan, serta mengingatkan peserta agar mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan disiplin dan sungguh-sungguh.

“Manfaatkan kesempatan ini sebaik mungkin, karena keterampilan yang diperoleh hari ini akan menjadi bekal utama untuk meraih kemandirian ekonomi di masa depan,” tutupnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Tenaga Kerja Disnakerperin Payakumbuh, Riko Ekaputra, menyebutkan pelatihan ini bertujuan meningkatkan keterampilan pencari kerja sesuai kebutuhan dunia usaha dan industri.

Ia menambahkan, program tersebut juga diarahkan untuk menciptakan tenaga kerja siap pakai sekaligus mendorong tumbuhnya wirausaha baru yang kreatif, inovatif, dan percaya diri.

“Selain itu, kami memastikan pelatihan ini menjunjung kesetaraan gender, baik dari sisi partisipasi, materi, maupun peluang kerja yang dihasilkan,” kata Riko.

Adapun tiga jenis pelatihan yang digelar meliputi pelatihan pengolahan kue dan roti, make up artist (MUA), serta kabinet maker, yang masing-masing diikuti 16 peserta.

“Ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan pemerintah daerah dalam memperkuat daya saing tenaga kerja kita,” pungkasnya. (MC)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini