Pesona Goa Ngalau Indah Payakumbuh, Ada Batu Pengantin dan Batu Kelambu

111

HumasKominfo — Dayat, begitu ia dipanggil. Pemuda kurus tinggi berusia 21 tahun asal Kelurahan Pakan Sinayan yang berprofesi sebagai fotografer itu dengan telaten memandu Humas menyusuri Goa Ngalau Indah. Goa ini merupakan satu dari beberapa spot andalan di Kawasan Wisata kebanggaan Kota Payakumbuh ini.

Setelah mendaki puluhan anak tangga, Dayat menyapa Humas persis dimulut goa. Sambil menenteng kamera andalannya, Dayat menggiring Humas untuk berfoto di spot pertama yang menarik didalam goa, namanya batu lonceng atau Batu Gong. Ya, batu dengan bentuk menyerupai lonceng teronggok indah disisi kiri tak jauh dari mulut goa.

Menariknya, dibelakang batu lonceng itu berdiri kokoh dinding goa dengan lapisan stalaktit yang menyerupai air terjun. Ditopang cahaya lampu temaram, kesan eksotis langsung tergambar pada foto hasil jepretan Dayat.

Puas berfoto di spot batu lonceng, Humas dibawa Dayat lebih kedalam menuruni sejumlah anak tangga. Meski sedikit gelap, pemandangan didalam goa tak kalah menakjubkan. Lapisan stalaktit dan stalakmit yang sesekali berkilau disekeliling dinding menambah kesan indah pemandangan dari dasar goa.

Sensasi berada didasar goa bertambah dengan suara kelelawar dan burung walet yang sedikit berisik. Konon, pada saat harga sarang burung walet tinggi, aksi pencurian kerap terjadi disana.

“Pemilik goa sampai bikin pos ronda untuk menangkal aksi pencurian. Sekarang tak ada lagi, sebab harga sarang walet juga jatuh,” terang Dayat.

Setelah berfoto ria dari dasar goa, Dayat mengajak Humas menuju spot foto menarik berikutnya, namanya Batu Pengantin. Ya, batu tersebut mirip pelaminan tempat pengantin bersanding.

“Kalau disini, bagusnya bapak dan ibu saja yang berfoto, anak-anak minggir dulu,” ujar Dayat kepada Humas yang kebetulan berkunjung bersama keluarga.

Benar saja, spot itu memang hanya muat untuk dua orang saja, idealnya untuk mereka yang sudah berpasangan (couple). “Untuk foto prewedding juga bagus spot ini pak,” ujar Dayat.

Dayat kemudian mengajak Humas ke spot foto berikutnya yaitu Batu Kelambu dan juga Batu Gorden yang letaknya berdampingan. Sesuai namanya, penamaan batu itu lagi-lagi karena menyerupai benda asal, yaitu kelambu dan gorden.

Terakhir, Dayat menunjukkan spot foto terakhir didalam goa. Spot itu bernama Batu Ibu Menangis. Spot ini terletak tak jauh dari mulut goa kedua, yang biasa menjadi tempat keluar pengunjung.

Diungkap Dayat, pengunjung objek wisata Goa Ngalau Indah pada hari libur (Sabtu-Minggu) lumayan banyak. Tingkat kunjungan membludak pada saat musim libur lebaran.

“Kalau libur biasa begini, jumlah pengunjung lumayan banyak, tapi juga tidak terlalu ramai atau padat. Pengunjung bisa leluasa untuk menikmati suasana goa sambil berfoto ria,” ujar Dayat.

Dikatakan, pada hari libur jumlah fotografer yang menyediakan jasa foto bagi pengunjung lumayan banyak, jumlahnya antara 10-20 orang. Meski demikian, dirinya mengaku tetap memperoleh penghasilan yang lumayan.

Ditambahkan, untuk jasa foto yang dilayaninya, pengunjung dikenakan biaya Rp. 25 ribu untuk cetak sebuah foto ukuran 12R. Harga itu sudah termasuk bonus file foto dalam format digital yang bisa disimpan di Ponsel pintar (smart phone).

“Alhamdulillah, kalau hari libur seperti sekarang, lai bisa barasiah dapek uang paling kurang Rp. 150 ribu,” aku Dayat yang juga harus berbagi persentase penghasilan dengan “Induk Semang” atau Boss-nya.

Disamping goa, Kawasan Wisata Ngalau Indah juga memiliki beberapa lokasi yang layak dikunjungi wisatawan. Bagi pecinta adventure (petualang), terdapat jalur pendakian bukit menuju Puncak Marajo. Dari sana, pengunjung bisa memandang pesona Kota Payakumbuh dari ketinggian. Sementara bagi pecinta wisata air, Kawasan Wisata Ngalau Indah memiliki taman rekreasi aquatik berupa kolam renang Ngalau Indah.

Pemerintah Kota Payakumbuh sendiri terus berusaha membenahi fasilitas dilokasi Objek wisata Goa Ngalau Indah. Akan tetapi, Pemko tidak bisa secara leluasa mengembangkan kawasan tersebut karena lahan goa masih berstatus tanah ulayat.

“Memang kita memiliki sedikit kendala dalam pengembangan kawasan ini, karena milik ulayat, kami tak bisa serta merta membangun karena terbentur aturan, namun paling tidak sarana dasar seperti jalan akses diarea wisata dan prasarana K3 kita sediakan untuk keamanan dan kenyamanan pengunjung,” ujar Walikota Payakumbuh Riza Falepi saat dihubungi Humas, Ahad (30/6).

Objek Wisata Goa Ngalau Indah berjarak sekitar 5 km dari pusat Kota Payakumbuh atau 30 km dari Kota Bukittinggi. Untuk masuk ke kawasan, pengunjung dikenakan tarif antara Rp. 5000 – 10.000/ kepala ditambah biaya parkir Rp. 2000 – 5000. Anda tertarik? Silahkan berkunjung ke Payakumbuh. (*)